Tuesday, July 20, 2010

jangan tertipu sama cewe yg berbadan ideal (Anorexia vs Bulimia Nervosa)

apakah agan/aganwati punya teman yg berbadan ideal bahkan kurus?
anda iri dengan tubuhnya yg ideal walaupun dia makan lebih banyak dari anda?

jangan terlanjur termakan oleh "kebohongan"nya!

kasus ini banyak terjadi dalam usia remaja yg kebanyakan diderita oleh cewe..
ini adalah kelainan pada nafsu makan yang sepertinya sepele namun sangat berbahaya..

kelainan ini bernama :

Bulimia Nervosa
&
Anorexia Nervosa



ANOREKSIA VERSUS BULIMIA
Pada prinsipnya, anoreksia dan bulimia dapat digolongkan sebagai penyakit yang sama, yaitu weight-phobia alias penderita takut banget berat badannya bertambah. Secara harafiah, anoreksia berarti kehilangan selera makan. Namun sebenarnya tidak semua penderita anoreksia kehilangan selera makannya. Perasaan takut gemuklah yang menyebabkan mereka menahan nafsu makan secara tidak wajar, hingga banyak yang akhirnya kehilangan selera makannya sama sekali dan tidak sadar kalau tubuh mereka benar-benar tinggal kulit berbalut tulang!

Bulimia adalah penyakit yang ditandai dengan makan secara berlebihan, kemudian memuntahkannya kembali untuk menjaga agar berat badan tidak naik. Dibandingkan penderita anoreksia yang dapat dikenali dengan mudah karena bentuk tubuhnya yang sangat kurus, penderita bulimia biasanya memiliki berat badan yang stabil bahkan cenderung ideal.

Anoreksia dan bulimia sering disebut sebagai salah satu penyakit kejiwaan atau psikiatri karena penderitanya memiliki cenderung menyalahkan diri sendiri. Mereka pun merasa berdosa bila makan, apalagi bila jarum timbangannya bergeser ke kanan....

Tahukah Anda Kalau....

• Dari seluruh jenis penyakit psikiatri yang ada, anoreksia dan bulimia menempati urutan penyebab kematian tertinggi.
• Meskipun anoreksia dan bulimia biasanya terjadi pada masa remaja, gejala-gejalanya dapat timbul pada wanita (dan pria) segala umur.
• Sepertiga dari penderita anoreksia dan bulimia pernah mengalami pelecehan seksual sebelumnya, dan memiliki kepercayaan diri yang sangat rendah.
• Penderita anoreksia dan bulimia mengisi hari-harinya dengan terus-menerus sibuk memikirkan makanan



APA, SIH, BULIMIA ITU?


Penderita bulimia biasanya memiliki berat badan yang stabil atau ideal (lihat saja mendiang Putri Diana atau Christina Aguilera). Meski memiliki nafsu makan yang besar dan tidak terkendali, penderita bulimia berusaha menurunkan berat badannya. Entah itu dengan menggunakan obat pencahar, atau memuntahkan kembali setiap makanan yang dimakan. Setiap kali makan, mereka akan merasa bersalah dan tertekan, sehingga dengan berbagai cara berusaha mengeluarkan kembali semua yang telah dimakan.

Rasa tidak puas akan bentuk tubuh sendiri dan ketidakmampuan untuk mengontrol makanan yang masuk sering dituding sebagai penyebab utama terjadinya bulimia. Selain itu, kepercayaan diri yang rendah dan ketidakmampuan seseorang untuk mengatasi stres juga disebut sebagai biang keladi bulimia.

Walaupun mereka biasanya sadar punya pola makan tidak normal, mereka tidak mencoba untuk mengatasinya sendiri. Nggak heran kalau bulimia mengakibatkan gangguan yang cukup serius bagi para penderitanya.

Memuntahkan makanan secara berulang-ulang dapat mengakibatkan iritasi kulit di sekitar mulut akibat seringnya kontak dengan zat asam dari perut, kebusukan pada email gigi, gigi berlubang, dan sakit perut yang berkepanjangan. Efek lainnya adalah jantung berdebar, dehidrasi, kerusakan ginjal, berkurangnya sel-sel otot dalam tubuh, sampai kematian yang tiba-tiba.

Penggunaan obat pencahar yang berlebihan pun bisa mengakibatkan diare hingga berdarah. Penderita bulimia bisa tergantung pada obat pencahar, sehingga mereka tidak bisa buang air besar secara wajar tanpa bantuan obat-obatan pencuci perut


 MENGENAL ANOREKSIA


Anoreksia adalah penyakit yang hingga hari ini sulit dimengerti dan masih jadi teka-teki bagi para pakar kesehatan. Sebagian menyebutkan bahwa anoreksia disebabkan tidak berfungsinya kelenjar hypothalamus di bagian otak, yang bertugas mengatur selera, keinginan untuk makan, gairah seksual dan menstruasi.

Kasus anoreksia dapat dimulai dengan diet ketat karena kebanyakan penderita anoreksia dulunya pernah mengalami kelebihan berat badan. Mereka semakin terpacu untuk menurunkan berat badan karena keberhasilan pola diet terdahulu.

Ada beberapa faktor psikologis yang dapat menyebabkan seseorang menjadi penderita anoreksia. Pertama, ketidakmampuan seseorang untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di sekelilingnya, seperti putus cinta, meninggalnya orangtua, dan pengalaman traumatis lainnya. Intinya segala manifestasi dari rasa bingung, kecewa atau sedih.

Penyebab berikutnya adalah krisis mengenai persepsi gambaran tubuh seseorang. Tidak semua remaja dapat menerima perubahan yang terjadi dalam tubuh mereka sebagai suatu hal yang wajar. Penderita anoreksia biasanya akan mengalami keterlambatan pertumbuhan payudara atau terlambat menstruasi, sehingga wajah mereka tampak lebih muda dari usia yang sebenarnya.

Selain itu, perasaan ditolak atau diabaikan keluarga juga menjadi faktor pemicu terjadinya kasus anoreksia. Seseorang yang berasal dari keluarga yang tidak harmonis sering cenderung menyalahkan dan menghukum diri sendiri dengan menolak untuk makan dan menahan lapar. Yang menyedihkan, mereka nggak sadar kalau kondisi tubuh mereka, tuh, sudah parah banget....

Penderita menganggap dirinya tidak menarik, tidak sehat dan juga tidak diinginkan. Penderita anoreksia bisa mengalami dehidrasi dan cenderung sering pingsan. Kelainan ini juga memicu kematian mendadak karena irama jantung yang tidak normal.

Gejala Anoreksia biasanya terjadi karena meningkatnya perhatian secara berlebihan pada makanan dan berat badan. Meskipun sudah kurus tapi tetap merasa gemuk, selalu menyangkal kalau dirinya sudah kurus, melakukan olahraga berlebihan untuk mengendalikan berat badan, tidak mengeluh meski nafsu makan dan berat badan berkurang.



 PERLU DIINGAT BAHWA KEBANYAKAN MODEL DAN ARTIS-ARTIS YANG BERTUBUH LANGSING ADALAH PENDERITA BULIMIA NERVOSA, ALANGKAH BAIKNYA ANDA MEMPERHATIKAN ORANG TERDEKAT ANDA YANG SERING MELAKUKAN "DIET" ATAUPUN YANG BERNAFSU MAKAN BESAR TETAPI TETAP BERTUBUH IDEAL.
KARENA ITULAH SALAH SATU CIRI DARI PENDERITA BULIMIA NERVOSA

 --- penderita penyakit umumnya ini selalu menganggap dirinya lebih "besar" dari pada kenyataannya ---


CIRI-CIRI UMUM BULIMIA
 1. Penderita lebih sulit dideteksi karena berat tubuh mereka bisa saja melebihi batas normal, di bawah batas normal, atau bahkan mempunyai berat tubuh yang normal.

2. Biasanya penderita adalah wanita, baik remaja maupun dewasa muda.

3. Ciri utamanya dapat dilihat dari pola makan seperti makan dalam jumlah yang banyak dan kemudian dimuntahkan kembali atau mengonsumsi obat pencahar dan obat diuretik untuk memuntahkan kembali makanan yang telah disantap.

4. Mempunyai beberapa masalah kesehatan yang muncul akibat kebiasaan memuntahkan kembali makanan setelah disantap, seperti terjadinya luka pada dinding perut, radang pada usus buntu, denyut jantung tidak teratur, kerusakan pada ginjal karena rendahnya asupan potasium, rusaknya email gigi karena terciptanya produksi asam yang berlebihan ketika muntah, dan terhentinya menstruasi.

5. Kemarahan tertahan karena ketidakmampuan untuk mengekspresikan emosi dengan cara yang lazim. Biasanya penderita bulimia takut mengecewakan orang-orang yang mereka cintai dalam lingkungan mereka.

6. Luka seperti terbakar pada bagian punggung tangan karena efek asam lambung yg terkena saat muntah. 

CIRI-CIRI UMUM ANOREXIA
1. Biasanya penderita adalah wanita, baik remaja, dewasa atau yang baru memasuki masa puber.

2. Tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menekankan pentingnya prestasi sebagai nilai kebanggaan keluarga.

3. Mempunyai perhatian yang berlebihan tentang kesempurnaan penampilan.

4. Mempunyai orang tua yang sangat sibuk dengan dunia mereka sendiri. Penderita anoreksia biasanya merasa harus menjadi sempurna agar mendapat perhatian dari orang tua mereka.

5. Ditandai dengan perubahan fisik seperti rambut rontok, terhentinya ovulasi dan menstruasi, detak jantung melambat, tekanan darah rendah dan tidak mampu menahan rasa dingin.

6. Biasanya memiliki tingkat depresi yang lebih parah dibandingkan penderita bulimia.

7. Rentan terkena osteoporosis?karena asupan kalsium yang rendah.

8. Dapat menyebabkan kerusakan hati dan organ-organ vital lainnya jika berat badannya turun dibawah batas normal.

9. Menyamarkan kekurusan mereka dengan baju dan make-up

10. Kulit kering dan kering, rambut halus, dan alopesia ringan.

11. Subtype bulimia berat, seperti kehilangan enamel gigi karena asam lambung, ketika penderita muntah. Bahkan terdapat scar pada dorsum akibat jari-jari yang dimasukan ke mulut untuk memaksakan muntah.

12. Hypokalemi dan kelainan EKG

13. Kelainan neurology (seperti seizure dan neuropaty) dan anemia yang berhubungan dengan kekurangan gizi dan kelaparan.


TERAPI ANOREKSIA DAN BULIMIA

Mengingat implikasi psikologi dan medis anoreksia nervosa yang sulit, suatu rencana pengobatan harus menyeluruh, termasuk perawatan di rumah sakit jika diperlukan dan terapi individual serta keluarga adalah dianjurkan. Pendekatan perilaku, interpersonal, dan kognitif pada beberapa kasus medikasi harus dipertimbangkan

1. Perawatan di rumah sakit. Clinical harus memutuskan pasien mana yang harus diberi perawatan di rumah sakit, dan yang tidak harus.

1. i. kehilangan energi yang banyak, pada umumnya, pasien anoreksia nervosa yang berada 20% di bawah berat badan yang diharapkan untuk tinggi badannya adalah dianjurkan untuk program rawat inap, dan pasien yang berada 30% di bawah berat badan yang diharapkan memerlukan perawatan rumah sakit psikiatrik yang terentang dari dua sampai 6 bulan..

2. ii. Hypokalemi (<3 meg/L) atau EKG mengalami perubahan akibat meningkatnya potassium.

3. iii. Lingkaran muntah, dan pengurangan makanan yang tidak dapat diputuskan.

4. i. Assessment yang berhati-hati dan penatalaksanaan masalah kesehatan dan gangguan kejiwaan lainnya.

5. ii. Modifikasi perilaku lainnya untuk usaha peningkatan berat badan, seperti :

1. tirah baring dengan pengawasan konsumsi makanan sebagai langkah awal untuk setiap pasien. Frekuensi pemberian makan 5-6 kali, dengan kalori 1500 – 2000 kalori yang ditingkatkan secara bertahap, biasanya diberikan makanan yang sama selama sehari sehingga pasien tidak mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang besar sekali makan.

2. keinginan untuk menaikan berat badan harus disesuaikan dengan pendidikan pasien

3. setiap pagi pasien harus ditimbang setiap pagi, setelah mengosongkan kandung kemihnya dan sebelum sarapan

4. mengkuatkan kembali keinginan pasien untuk meningkatkan berat badannya.

5. jika pasien tidak lagi tirah baring, pasien harus diawasi selama 2 jam setelah makan. Hal ini dilakukan agar pasien tidak memuntahkan makanannya.

6. Pemberian makan secara paksa dilakukan jika pasien mengalami penurunan berat badan yang drastic, dan membahayakan jiwa pasien.

7. i. Cyproheptadine hydrochloride, merupakan antagonis antihistamine dan serotonin, telah terbukti efektif sebagai stimulus untuk pasien anoreksia nervosa yang mempunyai sedikit efek samping. Dosis harian adalah 8mg peroral dan dinaikan 32mg/hari pada akhir minggu kedua.

8. ii. Amitrypline, dimulai dengan dosis 50mg/hari dan dinaikan perlahan-lahan sampai 150mh/hari. Obat ini terbukti bermanfaat untuk pasien anoreksia nervosa, biasanya pasien mengalami panaikan berat badan, biasanya digunakan untuk pasien dengan gangguan depresi.

9. iii. Alprazolam, 0,25mg, setiap 1 jam sebelum makan, diperuntukan untuk pasien yang mengalami anxietas yang berat.


FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB ANOREKSIA DAN BULIMIA

faktor apa yang memicu timbulnya penyakit anoreksia? Menurut Adriana Ginanjar, psikolog dari Universitas Indonesia, faktor pemicunya beraneka ragam. Pertama, karena tuntutan profesi.

‘Korban’ tipe kedua adalah mereka yang berkepribadian perfeksionis. Anoreksia bukan hanya milik manusia yang mengatasnamakan kecantikan fisik di atas segala-galanya, seperti para selebriti. Anoreksia juga mampu memorak- porandakan kehidupan para eksekutif muda yang mengejar kesempurnaan. Target mencapai puncak kesuksesan tak hanya diukur dari karier yang gemilang dan kehidupan sosial yang populer. Timbangan pun ikut berperan. Jika timbangan berkurang, pribadi perfeksionis pun merasa berkuasa dan dalam keadaan terkontrol.

Tipe ketiga adalah mereka yang punya pengalaman traumatis di masa lalu. Menurut studi yang dilakukan University of Bristol, Inggris, anak-anak perempuan yang masa kecilnya mengalami kekerasan, terutama kekerasan seksual, ternyata setelah dewasa banyak yang terganggu pola makannya. Kekerasan emosional di masa kecil juga ikut berperan. Misalnya, dia hidup di lingkungan keluarga dan masyarakat yang terus-menerus mencekoki opini betapa pentingnya menjadi kurus.

Tipe keempat adalah mereka yang berkepribadian lemah dan tertekan karena tertimpa masalah berat. Misalnya, akibat orang tua yang bercerai atau suami yang berselingkuh. Kehidupan yang chaotic itu menyebabkan mereka mencari pelarian. Gangguan tersebut sebenarnya hanya merupakan simptom dari masalah sesungguhnya yang berada di bawah permukaan.

Sementara menurut sumber rujukan lain, ditemukan tiga faktor pemicu kelainan ini.

Faktor biologis adalah alasan pertama. Studi menunjukkan, seorang remaja putri yang memiliki ibu atau kakak dengan kelainan ini memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita anorexia. Temuan ini berkaitan dengan kecenderungan genetis mengenai konsep kesempurnaan dan sensitivitas. Ditemukan pula beberapa bukti kalau serotonin juga berperan terhadap kelainan ini. Serotonin adalah zat kimia di otak yang berhubungan dengan depresi.

Yang kedua adalah faktor psikologis. Mereka yang mengalami anorexia cenderung menganggap diri tidak bernilai. Ada pula yang memilik kepribadian obsesif-kompulsif yang memudahkan mereka untuk melaparkan dirinya. Selain itu, keinginan untuk memiliki penampilan yang sempurna juga menjadi penyebab anorexia karena mereka akan selalu merasa kalau berat badan mereka masih berlebihan.

Faktor sosial budaya juga ternyata dapat memicu seseorang menjadi anorexia. Tayangan media yang kerap menampilkan model yang kurus dapat mempengaruhi konsep seseorang mengenai kesempurnaan fisik, terutama bagi remaja putri.

Sementara menurut sumber rujukan kedua, Ada beberapa faktor psikologis yang dapat menyebabkan seseorang menjadi penderita anoreksia. Pertama, ketidakmampuan seseorang untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di sekelilingnya, seperti putus cinta, meninggalnya orangtua, dan pengalaman traumatis lainnya. Intinya segala manifestasi dari rasa bingung, kecewa atau sedih.

Penyebab berikutnya adalah krisis mengenai persepsi gambaran tubuh seseorang. Tidak semua remaja dapat menerima perubahan yang terjadi dalam tubuh mereka sebagai suatu hal yang wajar. Penderita anoreksia biasanya akan mengalami keterlambatan pertumbuhan payudara atau terlambat menstruasi, sehingga wajah mereka tampak lebih muda dari usia yang sebenarnya.

Selain itu, perasaan ditolak atau diabaikan keluarga juga menjadi faktor pemicu terjadinya kasus anoreksia. Seseorang yang berasal dari keluarga yang tidak harmonis sering cenderung menyalahkan dan menghukum diri sendiri dengan menolak untuk makan dan menahan lapar.


Menurut sumber rujukan ketiga, Faktor yang memicu timbulnya penyakit anoreksia adalah :
- Tuntutan profesi. Bagi mereka yang berprofesi mengunggulkan keindahan tubuh seperti model dan artis, potret tubuh langsing adalah harga mati. Maka para bintang seperti Kate Moss dan Victoria Beckham berlomba-lomba untuk memiliki tubuh setipis mungkin.

- Peristiwa traumatis di masa lalu. Menurut studi yang dilakukan dari university of Bristol, anak-anak perempuan yang masa kecilnya mengalami kekerasan terutama kekerasan seksual, ternyata setelah dewasa banyak yang terganggu pola makannya. Selain itu, lingkungan keluarga dan masyarakat yang terus menerus mencekoki opini betapa pentingnya menjadi kurus.

- Mereka yang berkepribadian lemah dan tertekan karena tertimpa masalah berat seperti orang tua yang bercerai atau suami berselingkuh. Kehidupan yang chaotic menyebabkan mereka mencari pelarian. 


BAHAYA ANOREKSIA DAN BULIMIA PADA ANAK

Perlu anda ketahui bahwa penyakit Anoreksia dan Bulimia sering terjadi pada anak remaja, khususnya wanita. hal ini disebabkan karena muncul ketakutan yang sangat berlebih pada mereka sehingga menimbulkan rasa frustasi yang berlebihan. Olehnya itu disini akan dijelaskan apa sebenarnya yang dimaksud dengan penyakit Anoreksia dan Bulimia ini agar anda atau orang terdekat anda terhindar dari jenis penyakit ini.

Anorexia adalah suatu aktivitas untuk menguruskan badan dengan jalan melakukan pembatasan mengkonsumsi makanan secara sengaja melalui kontrol ketat. biasanya penderita penyakit ini sadar bahwa mereka merasa lapar namun dilain sisi mereka takut jika mereka menuruti hasrat untuk makan maka berat badan mereka akan bertambah. dimana mereka akan melakukan diet mati-matian untuk mecapai atau mempertahankan berat badan ideal yang mereka inginkan.

sedangkan Bulimia adalah saat sipenderita cenderung untuk mengkonsumsi makanan yang secara berlebihan untuk memuaskan keinginan mereka, namun selanjutnya memuntahkannya kembali sampai tidak tersisa. dengan cara demikian mereka berharap tetap kurus tanpa perlu menahan keinginan makan. padahal kalau diketahui jika kita mengkonsumsi makanan secara berlebihan itu dapat merusak keseimbangan mineral tubuh seperti sodium dan potasium. hal ini menyebabkan rasa lelah, berdebar-debar, detak jantung yang tidak teratur dan dapat menyebabkan tulang keropos.

Dampak lainnya adalah muntah berulang-ulang dapat merusak lambung dan dapat merusak saluran pencernaan makanan ke lambung karena dipaksa berkontraksi secara tidak wajar, asam lambung yang keluar bersama muntah dapat gusi menyusut dan mengikis email gigi, dapat menyebabkan timbulnya ruam di kulit, pecahnya pembuluh darah di muka dan menyebabkan juga menstruasi tidak teratur selain itu juga bisa membuat anak tidak bisa membuat anak tidak memiliki kalori cukup untuk beraktifitas.

Sumber:
http://www.dunia.web.id/
http://familydoctor.org/
http://www.medicalnewstoday.com/
http://en.wikipedia.org/
Kaskus

Friday, November 6, 2009

Buah Sirsak, Pembunuh Kanker (Terjemahan Bebas)


Soursop, buah dari pohon Graviola adalah pembunuh alami sel kanker yang ajaib dengan 10.000 kali lebih kuat dari pada terapi kemo. Tapi kenapa kita tidak tahu?

Karena salah satu perusahaan dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini serapat-rapatnya, mereka ingin agar dana riset yang dikeluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya dijual kepasar Dunia.

Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia-sia, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat-rapat rahasia keajaiban pohon Graviola ini.

Pohonnya rendah, di Brazil dinamai “Graviola”, di Spanyol “Guanabana” bahasa Inggrisnya “Soursop”. Di Indonesia, ya buah Sirsak. Buahnya agak besar, kulitnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis-manis kecut/asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau dibuat jus.


Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri,anti jamur (fungi), effektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali sistim syaraf yang kurang baik.

Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Sciences Institute bagi orang-orang Amerika adalah Institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini. Fakta yang mencengangkan adalah: Jauh dipedalaman hutan Amazon, tumbuh “pohon ajaib”, yang akan merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai proses penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan hidup. Tidak ada yang bisa menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa2 yang akan datang.







Riset membuktikan “pohon ajaib” dan buahnya ini bisa :

Menyerang sel kanker dengan aman dan effektive secara alami, TANPA rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.

  • Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
  • Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan / penyembuhan.
  • Energi meningkat dan penampilan phisik membaik.


Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika. Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya. Hasil Test dari ekstrak (sari) buah ini adalah :

  • Secara effektive memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 type kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payu Dara, Prostat, Paru2, dan Pankreas.
  • Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo yang biasa digunakan!
  • Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selective hanya memburu dan membunuh sel2 jahat dan TIDAK membahayakan/ membunuh sel2 sehat!

Riset telah dilakukan secara ekstensive pada pohon “ajaib” ini,selama bertahun-tahun tapi kenapa kita tidak tahu apa-apa mengenai hal ini? Jawabnya adalah : Begitu mudah kesehatan kita, kehidupan kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan kekuasaan!



Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh dihutan Amazon ini. Ternyata beberapa bagian dari pohon ini : kulit kayu, akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika Selatan untuk menyembuhkan : sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan rematik. Dengan bukti2 ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan Dana dan Sumber Daya Manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker!

Tapi… kisah Graviola hampir berakhir disini.Kenapa?

Dibawah Undang-undang Federal, sumber bahan alami untuk obat DILARANG / TIDAK BISA dipatentkan.

Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar untuk membuat sinthesa/kloning dari Graviola ini agar bisa dipatentkan sehingga dana yang dikeluarkan untuk Riset dan Aneka Test bisa kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar. Tapi usaha ini tidak berhasil. Graviola tidak bisa di-kloning. Perusahaan gigit jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk Riset dan Aneka Test.

Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan besar berangsur-angsur memudar, kegiatan riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan untuk TIDAK mempublikasikan hasil riset ini.

Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari Team Riset tidak tega melihat kekejaman ini terjadi. Dengan mengorbankan karirnya, dia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengumpulkan bahan-bahan alami dari hutan Amazon untuk pembuatan obat.

Ketika para pakar riset dari Health Sciences Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang effektive.

The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976. Hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel2 jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan t id ak dipublikasikan.

Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang dilakukan oleh 20 Laboratorium Independence yang berbeda.


Suatu studi yang dipublikasikan oleh the Journal of Natural Products menyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yang terkandung di dalam Graviola,mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo!

Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah: Graviola bisa menyeleksi memillih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh/terganggu . Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel-sel reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh Terapi Kemo, sehingga timbul effek negative: rasa mual dan rambut rontok.

Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara effektive, terutama sel kanker: Prostat, Pankreas, dan Paru-paru.

Setelah selama kurang lebih 7 tahun tidak ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari Lembaga-lembaga tersebut diatas.

Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budi dayakan dan dipanen oleh orang-orang pribumi Brazil, kini bisa diperoleh di Amerika.

Kisah lengkap tentang Graviola, dimana memperolehnya, dan bagaimana cara memanfaatkannya, dapat dijumpai dalam Beyond Chemotherapy: New Cancer Killers, Safe as Mother’s milk, sebagai free special bonus terbitan Health Sciences Institute.

Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya manis-manis kecut menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek samping apapun. Sebar luaskan kabar baik ini kepada keluarga, saudara, sahabat,dan teman yang anda kasihi.