Tuesday, February 8, 2011

Relaktasi, merangsang ASI untuk bayi

Berawal dari sebuah thread di kaskus [BREAKING NEWS] Daftar Susu Formula Bermasalah, saya bertemu dengan sebuah istilah baru, Relaktasi. istilah ini menarik karena menurut seorang kaskuser (nekotsuki), dia berhasil melancarkan ASInya dengan metode relaktasi. Setelah googling, saya menemukan sebuah artikel di http://supportbreastfeeding.wordpress.com/2010/01/26/relaktasi-bila-ibu-ingin-memberi-asi-yang-sempat-terhenti/

Saya copas saja untuk membantu menyebarluaskan apa yang disebut dengan relaktasi.

RELAKTASI, Bila Akan Kembali Memberi ASI Yang Sempat Terhenti.

ASI ternyata mempunyai sejuta manfaat dan sejuta kelebihan. Ilustrasi kalimat itu menunjukkan betapa luar biasa karunia Tuhan kepada manusia berupa ASI yang ada pada setiap ibu.Mengenai pentingnya pemberian ASI, sesuai rekomendasi mengenai optimal feeding dari World Health Organization (WHO) ada empat unsur, yaitu inisiasi menyusui setelah bayi lahir, ASI eksklusif sampai usia enam bulan, mulai usia enam bulan diberi makanan pendamping ASI yang berkualitas, dan menyusui hingga usia anak dua tahun.

Pemberian ASI eksklusif kepada bayi selama enam bulan yang diteruskan hingga anak berusia dua tahun ditambah makanan pendamping yang tepat, akan meningkatkan kualitas kesehatan bayi hingga tumbuh dewasa nanti

Terhenti ASI

Namun, beberapa kasus pada anak-anak sempat terhenti pemberian ASI karena berbagai alasan. Diantaranya, ibu harus dirawat karena sakit, ibu sibuk bekerja, ASI mengering, atau ibu mengalami sakit yang sementara waktu dilarang memberikan pada bayinya.

Sebagian ibu lainnya kesulitan untuk menyusui karena mendapat tekanan dari lingkungan, minimnya pengetahuan orangtua tentang ASI, hingga berbagai mitos tidak benar seputar menyusui.

Hal tersebut menjadi penyebab kegagalan ibu menyusui dengan baik. Produksi ASI berkurang dan bayi malas menyusu sehingga ASI mengering. Berbagai informasi mengenai ASI akhir-akhir ini semakin banyak ditularkan untuk menyadarkan orangtua betapa pentingnya “cairan hidup” anugerah dari Tuhan tersebut.

Anak-anak yang sempat terhenti untuk mendapat ASI bisa mendapatkan ASI kembali. Karena ternyata produksi ASI dari seorang ibu dapat diaktifkan kembali. Jika ibu tersebut memutuskan kembali menyusui anaknya setelah berhenti menyusui sama sekali beberapa lama, ini disebut dengan relaktasi atau kembali menyusui.

Relaktasi adalah proses menyusui kembali yang dilakukan setelah beberapa hari, beberapa minggu, bahkan beberapa tahun setelah berhenti menyusui. Beberapa alasan perlu dilakukannya relaktasi, antara lain sebagai bagian dari pengobatan rehidrasi pada bayi mencret dan kurang gizi setelah penyapihan, ingin menyusui kembali setelah disapih atau memulai menyusui yang tertunda karena bayi prematur, ibu atau bayi sakit keras.

Selain itu, relaktasi juga biasanya dilakukan karena bayi tidak cocok dengan berbagai susu formula atau ibu berubah pikiran ingin menyusui, dari pemakaian susu formula. Bisa juga karena kondisi harga susu formula yang terus meroket.

Kasus ekstrem relaktasi dikerjakan seorang nenek yang menyusui cucunya. Selain itu, juga dikenal adoptive breastfeeding, yaitu usaha untuk menyusui anak adopsi. Tentunya dengan motivasi yang kuat, maka bisa mengeluarkan ASI.

Beberapa kasus mencontohkan terdapat seorang ibu yang berhasil menyusui tiga anak adopsinya. Seorang ibu yang baru saja berhenti menyusui tiga atau enam bulan, hampir pasti bisa menyusui kembali. Sementara itu, nenek yang sudah menopause saja bisa menyusui lagi atau ibu yang tidak pernah hamil dan melahirkan juga bisa menyusui. Hanya, memang ada tahap-tahap yang harus dilakukan dan dibantu oleh konselor laktasi. Saat ini, di dunia laktasi, relaktasi sangat mungkin dilakukan oleh setiap ibu. Meski perlu diketahui bahwa selama masa istirahat dari kegiatan menyusui, produksi ASI mungkin menjadi jauh berkurang bahkan terhenti. Saat sang ibu hendak menyusui kembali, seluruh organ produksi ASI butuh waktu untuk mempersiapkan diri agar dapat bekerja kembali dan siap memproduksi ASI.

Sebuah kasus yang tidak pernah menyusui hingga anak berusia enam bulan karena alasan tertentu, lalu menyusui lagi diperlukan waktu sekitar 1 sampai 1,5 bulan. Dengan cara yang benar dan tepat, ini bisa dilakukan untuk pemenuhan gizi anak di bawah usia dua tahun.



ASI Kembali Lancar

Ada teknik-teknik khusus untuk kembali membuat si organ produksi ASI bekerja kembali. Sevara umum terdapat dua hal, yaitu dilakukan stimulasi pada payudara dan organ-organ produksi ASI dengan cara dipompa atau diperas.Mengajarkan kembali sang anak bagaimana cara menyusu di payudara sang ibu. Di sini biasanya dibutuhkan alat tambahan, seperti lactationaid.

Persiapan Mental

Terdapat beberapa hal yang dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk melakukan relaktasi. Sebaiknya, diskusikan terlebih dahulu alasan-alasan yang telah dikemukakan diatas, dan ajaklah keluarga, terutama suami, untuk membantu dalam melakukan persiapan mental:
  • Bersiap-siaplah untuk menghadapi stres yang mungkin akan dialami selama minggu-minggu pertama dimulainya masa relaktasi. Ada kemungkinan bayi akan menolak menyusu langsung dari payudara, atau bayi akan lebih banyak menangis karena merasa frustasi dengan sedikitnya ASI yang mulai keluar.
  • Mintalah dukungan mental dari orang-orang terdekat di lingkungan, selain suami dan keluarga. Misalnya, dokter, konsultan laktasi ataupun teman yang pernah berhasil melakukan kegiatan relaktasi. Sering membuka informasi internet atau milis kesehatan di internet.
  • Percaya diri dan motivasi yang tinggi adalah kunci utama keberhasilan program relaktasi. Percaya bahwa akan mampu untuk memberikan yang terbaik untuk bayi, dan walaupun awalnya terasa sangat sulit, namun yakin bahwa perjuangan akan membuahkan hasil.

Persiapan Relaktasi

Bila sudah mantap memutuskan untuk melakukan relaktasi, berikut adalah persiapan awal yang dapat dilakukan adalah :

  • Pastikan cukup makan dan minum. Mulai meningkatkan konsumsi protein dan cairan ke dalam menu makan sehari-hari untuk membantu mempercepat tubuh dalam memproduksi ASI.
  • Mintalah kepada dokter obat yang dapat membantu tubuh dalam memproduksi ASI, atau mulai mengkonsumsi jamu ataupun jenis makanan lainnya yang dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI.
  • Banyak beristirahat. Mulailah mendelegasikan pekerjaan-pekerjaan rumah yang sekiranya bisa delegasikan, karena akan menghabiskan hampir seluruh waktu bersama bayi selama minggu-minggu pertama program relaktasi.
  • Kurangi jadwal kegiatan diluar rumah, dalam minggu-minggu pertama masa relaktasi sedapat mungkin menghabiskan waktu 24 jam dalam sehari bersama bayi.
  • Tingkatkan skin to skin contact dengan bayi. Tidurlah bersamanya baik pada malam maupun siang hari, dekaplah dan gendonglah sesering mungkin. Katakan kepadanya bahwa aku sangat mencintaimu, dan ingin memberikan yang terbaik untuknya.
  • Sebisanya mungkin seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan bayi dikerjakan sendiri, seperti memandikan, menggantikan popok, menidurkan dan mengajaknya bermain.
  • Berlatih memposisikan bayi pada payudara. Cobalah dengan berbagai cara untuk menemukan kembali posisi yang paling nyaman ketika mulai menyusui.

Cara Melakukan Relaktasi

Relaktasi hanya bisa dilakukan dengan satu cara, yaitu : membiarkan bayi menyusu sesering mungkin pada payudara. Frekuensi menyusui ini setidaknya adalah 10 kali dalam 24 jam, atau lebih jika memang bayi menginginkannya.

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat tempuh untuk meningkatkan frekuensi menyusui bayi.

  • Cobalah untuk menyusui bayi setiap 2 jam sekali.
  • Biarkan bayi menyusu kapan pun, setiap kali ia terlihat berminat.
  • Sebaiknya membiarkan bayi mengisap payudara sekitar 30 menit setiap kali ia menyusu, jika dimungkinkan. Atau secara bertahap dapat ditingkatkan durasi menghisapnya tersebut, dimulai dari sekurangnya 15 menit pada saat menyusu.
  • Usahakan untuk selalu bersama bayi terutama pada malam hari ketika hormon prolaktin (penghasil ASI) sedang banyak-banyaknya dihasilkan.
  • Sebagai langkah awal harus memberikan seporsi penuh susu (formula atau Asper) sesuai dengan berat badan bayi, atau dalam jumlah yang sama seperti yang dikonsumsi sebelumnya.
  • Segera setelah ASI mulai keluar sedikit, porsi susu (formula atau ASIP) tersebut dapat dikurangi sebanyak 30-60ml dalam sehari, sampai habis.
  • Jika bayi kadang-kadang masih menyusu, pasokan ASI dapat meningkat dalam beberapa hari. Jika bayi sudah berhenti menyusu, mungkin diperlukan beberapa minggu untuk menghasilkan kembali pasokan ASI.
  • Lama berhenti menyusui dapat dijadikan tolak ukur kasar mengenai jangka waktu relatasi. Jika baru berhenti menyusui, maka dibutuhkan waktu yang tidak lama untuk menghasilkan kembali pasokan ASI. Namun, jika telah berhenti menyusui lama, mungkin akan dibutuhkan waktu yang lama pula untuk menghasilkan ASI kembali.
  • Relaktasi lebih mudah jika bayi sangat muda (kurang dari 3 bulan), daripada jika bayi berumur lebih dari 6 bulan. Namun, relaktasi dimungkinkan pada usia berapa saja.
  • Relaktasi lebih mudah jika bayi baru saja berhenti menyusu dibandingkan dengan bayi yang sudah lebih lama berhenti menyusu. Namun, relaktasi dimungkinkan kapan saja.
  • Pastikan bahwa ketika menyusui, posisi badan, posisi badan dan posisi pelekatan bayi sudah benar, nyaman dan tepat.
  • Sebaiknya mengurangi sexara bertahap pemberian makanan (susu formula) lewat botol yang menggunakan dot bayi. Gantilah dengan metode pemberian melalui cangkir, sendok, pipet ataupun dengan jari tangan. Sebaiknya tidak memberikan empeng pada bayi. Gantilah kebiasaan comfort sucking bayi pada empeng dengan comfort sucking pada payudara.
  • Jika bayi menolak mengisap payudara yang ’kosong’, dapat memberikan susu (formula atau ASIP) pada saat bayi sedang mengisap payudara dengan memeriksa secara teratur apakah bayi tidak kekurangan nutrisi. Hal itu dilakukan dengan memantau kenaikan berat badannya, yaitu sekurangnya 500gr dalam sebulan, dan frekuensi harian BAK (5-6 kali).

Jangka Waktu Relaktasi

Jangka waktu yang dibutuhkan agar pasokan ASI seorang wanita meningkat sangat bervariasi. Akan sangat membantu jika Anda sangat termotivasi dan bayi Anda sering menyusu sesuai dengan frekuensi yang telah disarankan. Namun, sebaiknya tidak perlu cemas apabila waktu yang diperlukan untuk menghasilkan ASI kembali lebih lama dari yang diperkirakan.

Lebih penting adalah menghindari segala perasaan negatif, terutama harapan yang sangat besar, jika setelah berakhirnya masa relaktasi pasokan ASI tidak sebanyak sebelum berhenti menyusui. Setiap ibu membutuhkan durasi yang berbeda-beda untuk meningkatkan atau menghasilkan pasokan ASI. Memberikan bayi ASI, berapapun jumlah, sangat jauh lebih bermanfaat daripada tidak memberikan ASI sama sekali. Jadi, walaupun pada akhirnya tetap harus memberikan susu formula bersamaan dengan ASI. Fokuskan pada perasaan positif pada bayi, dan bukan pada seberapa banyak ASI yang didapatkan hasilnya.

Sunday, January 30, 2011

Inisiasi menyusui Dini. Benarkah??

Beberapa hari yang lalu, saya sempat membaca sebuah e-mail yang isinya:


Subject: Penting untuk diketahui utk mereka yang berencana punya anak, cucu, atau pun keponakan .

Dear All,
Hari Minggu kemarin, 6 April 2008, aku ada acara di salah satu Rumah Sakit di Jakarta, dan sebagai bagian dari acara itu ada talk show mengenai "Inisiasi Menyusui Dini"

Dan aku belajar banget dari talk show ini .. Mohon maaf kalau cerita ini tidak berkenan, karena menurut aku ini penting dan perlu disharing, maaf kalau ada yang berpandangan kalau ini cerita tabu.

Apa sih Inisiasi Menyusui Dini ??

Ini merupakan proses membiarkan bayi menyusu sendiri segera setelah lahiran.

Ternyata selama bertahun-tahun, kita bener-bener merupakan kodrat dan anugrah dari Tuhan yang sudah disusun untuk kita.

Kata dokter yang kemaren berbicara, dia mengatakan, di luar sudah sadar hal ini sejak 1987 tapi di Indonesia baru sadar tahun 2006. Lebih baik baru tahu daripada tidak sama sekali..

Si Dokter menceritakan bagaimana proses inisiasi menyusui dini ternyata merupakan proses alami yang seharusnya dilakukan setelah seorang ibu melahirkan bayinya. Dia menceritakan dan bahkan memutarkan video yang dia buat terhadap cucunya sendiri dan juga seorang bayi lainnya. Dia bercerita, bahwa ternyata ada beberapa hal yang akan terjadi selama proses ini, dan ini juga tergambar dalam video yang diputar.

Jadi si Dokter ini menjelaskan bahwa pada saat proses Inisiasi Menyusui Dini akan terjadi tahap2 spt ini (berdasarkan penelitian Ilmiah):

1. Sesaat setelah lahiran sehabis ari-ari dipotong, bayi langsung diletakan di dada si ibu tanpa membersihkan si bayi kecuali tangannya, kulit ketemu kulit. Ternyata suhu badan ibu yang habis melahirkan 1 derajat lebih tinggi. Namun jika si bayi itu kedinginan, otomatis suhu badan si ibu jadi naik 2 derajat, dan jika si bayi kepanasan, suhu badan ibu akan turun 1 derajat. Jadi Tuhan sudah mengatur bahwa si ibu yang akan membawa si bayi beradaptasi dengan kehidupan barunya. Setelah diletakkan di dada si ibu, biasanya si bayi hanya akan diam selama 20-30 menit, dan ternyata hal ini terjadi karena si bayi sedang menetralisir keadaannya setelah trauma melahirkan.

2. Gerakan kedua yang terjadi yaitu, setelah si bayi merasa lebih tenang, maka secara otomatis kaki si bayi akan mulai bergerak-gerak spt hendak merangkak. Ternyata gerakan ini pun bukanlah gerakan tanpa makna karena ternyata kaki si bayi itu pasti hanya akan menginjak2 perut ibunya di atas rahim. Gerakan ini bertujuan untuk menghentikan pendarahan si ibu. Lama dari proses ini tergantung dari si bayi. Untuk gerakan ini, ternyata si dokter punya pengalaman. Pernah ada dukun beranak melakukan proses melahirkan, dan ternyata si ibu mengalami pendarahan hebat. Pada saat itu si dukun meletakkan anaknya di dada si ibu, dan anak tersebut menggerak-gerakkan kakinya memasage perut ibunya bahkan lebih dari satu jam, sampai pendarahan si ibu berhenti.

3. Setelah melakukan gerakan di kakinya, si bayi akan melanjutkan dengan mencium tangannya, ternyata bau tangan si bayi sama dengan bau air ketuban. Dan ternyata wilayah sekitar putiing si ibu itu juga memiliki bau yang sama, jadi dengan mencium bau tangannya, si bayi membantu si bayi untuk mengarahkan kemana dia akan bergerak. Dia akan mulai bergerak mendekati puting ibu dengan ketika sudah mendekati puting si ibu, si bayi itu akan menjilat2 dada si ibu. Ternyata jilatan ini berfungsi utk membersihkan dada si ibu dari bakteri2 jahat dan begitu masuk ke tubuh si bayi akan diubah menjadi bakteri2 yang baik dalam tubuhnya. Lamanya kegiatan ini juga tergantung dari si bayi karena hanya si bayi yang tau seberapa banyak dia harus membersihkan dada si ibu.

4. Setelah itu, si bayi akan mulai meremas-remas puting susu si ibu yang bertujuan untuk merangsang supaya air susu si ibu segera berproduksi dan bisa keluar. Lamanya kegiatan ini juga tergantung dari si bayi itu.

5. Terakhir baru mulailah si bayi itu menyusu.

Mendengar cerita si Dokter ditambah dengan video yang diputarnya, aku ngerasa Amazing...

Tuhan memang maha sempurna. Dia sudah menciptakan siklus kehidupan yang begitu indah, namun ternyata diputus oleh manusia selama bertahun-tahun lamanya. Ternyata, walaupun waktu aku melahirkan ada inisialisasi menyusui dini, ternyata langkahnya belum sempurna, karena waktu itu bayi ku cuma melakukan sampai tahap ke 3, yaitu menjilat-jilat sekitar dada aku.

Si Dokter benar-benar menyarankan audience jika suatu saat akan memiliki anak, untuk meminta kepada rumah sakit yang akan membantu kelahiran supaya diperbolehkan melakukan inisiasi menyusui dini ini minimal 1 jam, karena kelima proses di atas ini bisa berlangsung sekitar 1-2 jam. Beliau juga mengatakan tidak semua RS berani melakukan ini, dan kita sebagai orang tua harus berani meminta ini dilakukan karena ternyata hal ini merupakan siklus kehidupan yang selama ini tidak kita sadari sudah kita putus.

Si Dokter juga mengatakan, bahwa dengan melakukan hal ini, akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh si bayi terhadap penyakit-penyakit, kanker syaraf, leukimia, dan beberapa penyakit2 lainnya. Dikatakan juga menekan angka kematian bayi baru melahirkan sebesar 22%.

Makanya dia benar-benar mempromosikan hal ini kepada semua calon orang tua.

Beliau juga mengatakan, sebuah rumah sakit yang benar-benar mendukung ibu dan anak, maka tidak akan menyediakan ruangan khusus bayi, karena dia mengatakan bahwa dengan memisahkan si ibu dengan si bayi ternyata daya tahan tubuh si bayi akan drop sampai 25%.

Jadi seharusnya tempat bayi adalah di sisi si ibu, 24 jam penuh. Jika ada tindakan memisahkan si ibu dari bayi, maka menurutnya itu adalah tiindakan kriminal. Dan ternyata sebagai RS yang sudah melakukan hal ini, salah satu Rumah Sakit di Jakarta tersebut sudah melakukan hal ini. Tidak ada ruang khusus bayi di Rumah Sakit. Karena ketika si ibu bersama dengan si bayi, daya tahan si bayi akan dalam kondisi prima, dan si ibu bisa melakukan proteksi terhadap si bayi jika memang perlu. Bahkan di RS Carolus tidak ada waktu untuk show bayi, karena letak bayi adalah di sisi si ibu. Si dokter mengatakan 95% bayi menangis bukan karena kelaparan, tapi karena dia dipisahkan dari ibunya. Karena berdasarkan penelitian, seorang bayi yang baru lahir, dibekali dari rahim ibunya untuk bertahan selama 2-3 hari tanpa makanan. Jadi jangan pernah minta diberikan susu formula untuk si bayi, walau air susu ibu belum keluar.

Aku benar-benar terpukau mendengar cerita ini dan ini benar-benar pengalaman baru buat aku, dan benar-benar menambah pengalaman untuk masa depan aku. Dan aku juga sempet ngerasa berdosa banget ama anakku, karena walau aku sering minta anakku di bawa ke ruangan, ada jam-jam tertentu di mana bayiku aku letakkan di ruang bayi. Maaf ya anakku ..

So buat temen-temen yang memang mau mempunyai anak, cucu ataupun keponakan, sharing ini semoga bisa menambah wawasan, dan bisa membantu kita mencari yang terbaik buat anak-anak kita.

Dan tolong disharingkan ke orang-orang lainnya, sehingga makin banyak orang yang tau mengenai hal ini. Karena ini adalah keajaiban. Setidaknya buat aku.

APAKAH ISI E-MAIL DI ATAS INI BENAR??

saya mencoba mengonsultasikan hal ini ke seorang dokter yang membuka konsultasi online gratis di Kaskus. Berikut Pembahasannya:

Tanya:
1. Sesaat setelah lahiran sehabis ari-ari dipotong, bayi langsung diletakan di dada si ibu tanpa membersihkan si bayi kecuali tangannya, kulit ketemu kulit. Ternyata suhu badan ibu yang habis melahirkan 1 derajat lebih tinggi. Namun jika si bayi itu kedinginan, otomatis suhu badan si ibu jadi naik 2 derajat, dan jika si bayi kepanasan, suhu badan ibu akan turun 1 derajat. Jadi Tuhan sudah mengatur bahwa si ibu yang akan membawa si bayi beradaptasi dengan kehidupan barunya. Setelah diletakkan di dada si ibu, biasanya si bayi hanya akan diam selama 20-30 menit, dan ternyata hal ini terjadi karena si bayi sedang menetralisir keadaannya setelah trauma melahirkan.

Jawab:
Ini bisa dilakukan dengan catatan ibunya melahirkan normal (mkaksudnya lewat vagina), tetapi tidak kalau si Ibu melahirkan dengan jalan operasi. Teorinya mungkin benar tetapi hampir semua RS sekarang sudah memakai AC, jadi selagi bayi berdarah-darah harus dibersihkan dulu baru diletakkan dekat ibunya. Di Mataram ada yang namanya metode seperti kantong kangguru, jadi bayi diletakkan seperti yang tertulis diatas. 

Tanya:
2. Gerakan kedua yang terjadi yaitu, setelah si bayi merasa lebih tenang, maka secara otomatis kaki si bayi akan mulai bergerak-gerak spt hendak merangkak. Ternyata gerakan ini pun bukanlah gerakan tanpa makna karena ternyata kaki si bayi itu pasti hanya akan menginjak2 perut ibunya di atas rahim. Gerakan ini bertujuan untuk menghentikan pendarahan si ibu. Lama dari proses ini tergantung dari si bayi. Untuk gerakan ini, ternyata si dokter punya pengalaman. Pernah ada dukun beranak melakukan proses melahirkan, dan ternyata si ibu mengalami pendarahan hebat. Pada saat itu si dukun meletakkan anaknya di dada si ibu, dan anak tersebut menggerak-gerakkan kakinya memasage perut ibunya bahkan lebih dari satu jam, sampai pendarahan si ibu berhenti.

Jawab:
Teorinya benar gerakan memijit rahim bisa menyebabkan kontraksi rahim = perdarahan berhenti. Biasanya dari atau bidan udah ngelakui duluan dan ditambah suntik obatnya. 

pengalamannya agak aneh dan ga nyambung.. Perdarahan 1 jam wow hebat kl masih hidup.. perdarahan ibu berhenti mungkin juga nafas nya berhenti :)

Tanya:
3. Setelah melakukan gerakan di kakinya, si bayi akan melanjutkan dengan mencium tangannya, ternyata bau tangan si bayi sama dengan bau air ketuban. Dan ternyata wilayah sekitar putiing si ibu itu juga memiliki bau yang sama, jadi dengan mencium bau tangannya, si bayi membantu si bayi untuk mengarahkan kemana dia akan bergerak. Dia akan mulai bergerak mendekati puting ibu dengan ketika sudah mendekati puting si ibu, si bayi itu akan menjilat2 dada si ibu. Ternyata jilatan ini berfungsi utk membersihkan dada si ibu dari bakteri2 jahat dan begitu masuk ke tubuh si bayi akan diubah menjadi bakteri2 yang baik dalam tubuhnya. Lamanya kegiatan ini juga tergantung dari si bayi karena hanya si bayi yang tau seberapa banyak dia harus membersihkan dada si ibu.

Jawab:
soal bau2an belum pernah cium tuh, kebayang kalo gw coba buktiin: cium tangan bayinya terus cium puting ibunya, yang ada gw di gampar. ..

belum pernah dengar ada bakteri bertobat :)

Tanya:
4. Setelah itu, si bayi akan mulai meremas-remas puting susu si ibu yang bertujuan untuk merangsang supaya air susu si ibu segera berproduksi dan bisa keluar. Lamanya kegiatan ini juga tergantung dari si bayi itu.

Jawab:
benar :)